Grafik flag scam baru per tahun: 228 di 2023, 100 di 2024, 155 di 2025, 69 sampai September 2026

Data Penipuan Jual Beli Akun Game: 2.220 Entri Terkumpul

SOG
Tan Paulus

Terbit 8 September 20265 menit baca

Poin penting

  • 2.220 entri unik di dua daftar terpisah: 1.712 di blacklist kurasi dan 552 akun Telegram ber-flag, dengan irisan 44 username yang tercatat di keduanya
  • Daftar blacklist berhenti diisi Juli 2023. Yang masih hidup sampai sekarang daftar flag Telegram, dan itu yang dipakai fitur cek
  • Flag baru per tahun: 228 di 2023, 100 di 2024, 155 di 2025, dan 69 sepanjang 2026 sampai 8 September

Halaman ini berisi data penipuan jual beli akun game yang benar-benar tersimpan di sistem SOGamers, dihitung langsung dari tabelnya pada 8 September 2026. Bukan perkiraan, dan bukan angka yang dikumpulkan dari situs lain.

Angka utamanya 2.220 entri unik. Cara sampai ke angka itu ada di bagian pertama, dan sengaja saya tulis terbuka supaya kamu bisa menilai sendiri seberapa berat angkanya.

Dua daftar terpisah, jangan langsung dijumlahkan#

Sistemnya menyimpan dua daftar yang dibangun di waktu berbeda dan cara berbeda.

DaftarIsiStatus
Blacklist kurasi1.712 entriBerhenti diisi Juli 2023
Flag akun Telegram552 akunMasih jalan sampai hari ini
Rekening di blacklist rekening15 nomorBaru dimulai Juni 2026

Ada 44 username yang tercatat di dua daftar sekaligus. Jadi menjumlahkan 1.712 dan 552 begitu saja akan menghitung 44 orang dua kali, dan angka uniknya 2.220.

Perbedaan status kedua daftar itu penting kalau kamu memakai fitur ceknya. Blacklist kurasi berhenti diisi sejak Juli 2023 waktu bot lama diganti, jadi kalau kamu mencari penipu yang baru muncul tahun ini, daftar itu tidak akan menemukannya. Daftar flag Telegram yang masih hidup, dan fitur cek di SOGamers membaca dua-duanya sekaligus supaya kasus lama tidak hilang.

Flag baru per tahun#

Dihitung dari kolom tanggal di tabel akun Telegram, 8 September 2026.
TahunAkun baru ditandai
2023228
2024100
2025155
2026 (sampai 8 September)69

Angka 2023 yang paling tinggi, dan itu tahun yang sama waktu blacklist kurasi berhenti diisi. Dua hal itu kemungkinan besar berkaitan: pencatatan pindah dari daftar manual ke flag otomatis, jadi lonjakan 2023 sebagian adalah perpindahan cara mencatat, bukan murni lonjakan penipuan.

Yang lebih bisa dibandingkan adalah 2024 ke 2025. Naik dari 100 ke 155, sekitar setengah kali lipat, dengan cara pencatatan yang sudah sama.

Empat jenis flag, dan satu yang paling sulit dikenali#

JenisJumlahArtinya
scam472Penipuan transaksi biasa
clone62Akun peniru bandar asli
blacklist13Dilarang masuk grup
hack5Akun diambil alih orang lain

Clone yang paling perlu kamu waspadai, walaupun jumlahnya cuma 62. Akun clone dibuat menyerupai bandar yang memang asli: nama sama, foto sama, kadang bio dan jumlah anggota grup ikut ditiru. Korbannya sering merasa sudah mengecek, karena memang mengecek nama yang benar, cuma akunnya yang salah.

Cara membedakannya ada di username, bukan di nama tampilan. Nama tampilan bisa disamakan persis; username tidak bisa kembar. Karena itu fitur cek di SOGamers meminta username atau ID Telegram, bukan nama.

Laporan yang masuk lewat mini-app#

Jalur laporan mandiri lewat mini-app baru dibuka 18 Juni 2026, jadi umurnya kurang dari tiga bulan saat halaman ini ditulis. Sejak dibuka sampai 8 September, masuk 43 laporan, 34 di antaranya sudah diverifikasi dan berstatus confirmed.

BulanLaporan masukSudah diverifikasi
Juni 2026 (sejak tanggal 18)107
Juli 20261616
Agustus 20261711

Angka ini kecil dan saya tidak akan membesar-besarkannya. Jalur ini masih baru, dan sebagian besar laporan anggota masih masuk lewat admin grup, bukan lewat form. Yang bikin 43 laporan ini tetap berharga: tiap laporan punya bukti yang diperiksa, jadi kualitasnya beda dengan sekadar sebutan di grup.

Modus yang paling sering dilaporkan#

ModusJumlah laporan
Barang tak dikirim30
Akun atau jasa tipu6
Bukti transfer palsu4
Peniru bandar2
Lainnya1

Barang tak dikirim menguasai 30 dari 43 laporan. Polanya hampir selalu sama: uang ditransfer duluan, gold atau akunnya tidak pernah datang, dan penjualnya menghilang dalam hitungan jam. Ini modus paling tua dan paling sederhana, dan sampai sekarang masih yang paling sering berhasil.

Bukti transfer palsu jumlahnya cuma 4, tapi arah korbannya terbalik. Yang jadi korban di modus itu penjual, bukan pembeli. Pelaku mengirim tangkapan layar transfer yang diedit, barangnya dikirim, uangnya tidak pernah masuk.

Bank dan e-wallet yang muncul di laporan#

Tujuan transferMuncul di berapa laporan
BCA9
DANA3
GoPay2
SeaBank1
Bank Mandiri1

Tabel ini gampang disalahpahami, jadi saya perjelas. Angkanya cuma menghitung 16 dari 43 laporan yang menyertakan nomor rekening, dan urutannya lebih mencerminkan bank apa yang paling banyak dipakai orang Indonesia daripada bank mana yang paling longgar. BCA di posisi teratas karena BCA memang yang paling umum, bukan karena BCA lebih rawan.

Yang berguna dari data ini bukan peringkatnya, melainkan bahwa nomor rekeningnya tercatat. Nomor yang sudah masuk daftar bisa langsung ketahuan lewat halaman cek rekening sebelum kamu transfer.

Yang belum bisa dijawab data ini#

Saya lebih suka menyebutkan batasnya daripada membiarkan kamu menyimpulkan terlalu jauh.

  • Game tempat kejadian belum tercatat. Kolomnya baru ditambahkan 8 September 2026, jadi 43 laporan yang sudah ada tidak punya isian itu. Laporan berikutnya baru bisa dikelompokkan per game.
  • Nominal kerugian ditulis bebas. Isiannya campur antara "500rb", "Rp 500.000", dan kosong, jadi belum bisa dijumlahkan atau dicari nilai tengahnya tanpa dirapikan dulu.
  • Blacklist kurasi beku sejak Juli 2023. Angka 1.712 itu foto masa lalu, bukan hitungan yang masih bertambah.
  • Data ini cuma mencakup yang dilaporkan. Penipuan yang korbannya diam tidak akan pernah muncul di sini, dan berdasarkan pengalaman mengurus grup, yang diam jauh lebih banyak daripada yang lapor.

Cara memakai angka ini sebelum transaksi#

Angka besar tidak melindungi siapa pun. Yang melindungi cuma pengecekan satu per satu, dan itu memakan waktu kurang dari satu menit.

Cek username atau ID Telegram penjualnya, lalu cek nomor rekeningnya secara terpisah. Dua hal itu bisa berbeda pemilik: penipu sering memakai rekening orang lain yang juga korban. Kalau salah satunya sudah pernah dilaporkan, berhenti di situ.

Kalau kamu transaksi gold atau akun WoW, penjual di halaman WoW SOGamers punya riwayat yang bisa dilihat. Untuk kasus yang lebih spesifik seperti gold ditarik Blizzard setelah dibeli, ada bahasannya di artikel gold WoW ditarik.

FAQ

Berapa jumlah scammer yang tercatat di SOGamers?

Per 8 September 2026 ada 2.220 entri unik, gabungan dari 1.712 entri blacklist kurasi dan 552 akun Telegram ber-flag, dikurangi 44 username yang tercatat di kedua daftar.

Kenapa blacklist berhenti diisi sejak 2023?

Bot yang menuliskan daftar itu diganti pada Juli 2023, dan pencatatan pindah ke sistem flag di tabel akun Telegram. Daftar lamanya tidak dihapus karena kasus lama tetap perlu bisa dicari, jadi fitur cek membaca kedua daftar sekaligus.

Apa bedanya flag scam dan flag clone?

Flag scam untuk akun yang menipu langsung dalam transaksi. Flag clone untuk akun yang meniru identitas bandar asli supaya korban mengira sedang bicara dengan orang yang benar. Clone lebih sulit dikenali karena nama tampilannya dibuat persis sama, dan yang membedakan cuma username.

Kenapa jumlah laporan bulanannya kecil?

Form laporan mandiri baru dibuka 18 Juni 2026, jadi jalurnya masih baru. Sebagian besar laporan anggota sampai sekarang masih masuk lewat admin grup dan belum tentu berakhir sebagai baris di tabel laporan.

Data ini bisa dikutip?

Boleh, dengan menyebutkan sumber dan tanggal hitungnya, karena angkanya berubah seiring laporan baru masuk. Semua angka di halaman ini dihitung pada 8 September 2026.

Tan Paulus

Admin SOGamers sejak 2021

Menjalankan komunitas jual-beli gold SOGamers di Telegram sejak 2021 dan mengelola SOGamers Guard, sistem laporan scam yang dipakai anggota untuk mengecek penjual sebelum transfer. Per 8 September 2026 datanya berisi 1.712 entri blacklist dan 552 akun Telegram yang ditandai. Artikel yang ditulis di sini berangkat dari laporan yang benar-benar masuk dan dari pengalaman harian menengahi transaksi antar-anggota.

Semua artikel dari Tan Paulus →

Baca juga